IFRS: Pengertian, Manfaat dan Standar

pengertian, manfaat dan standar ifrs

Pengertian International Financial Reporting Standards (IFRS)

International Financial Reporting Standards (IFRS) adalah Standar Pelaporan Keuangan Internasional yang membuat aturan umum tentang laporan keuangan. IFRS dikeluarkan oleh International Accounting Standards Board (IASB) atau Dewan Standar Akuntansi Internasional.

Aturan ini berisi standar umum bagaimana supaya laporan keuangan dapat konsisten, transparan dan dapat dibandingkan di seluruh dunia. Caranya adalah mereka menunjukkan kepada perusahaan-perusahaan seluruh dunia bagaimana cara mengelola dan melaporkan laporan keuangan mereka, bagaimana cara mendefinisikan berbagai transaksi dan peristiwa yang terjadi dan apa pengaruhnya terhadap keuangan.

IFRS juga bertujuan untuk menentukan bahasa akuntansi yang umum supaya semua perusahaan dan bisnis di setiap negara bisa membuat laporan keuangan konsisten.

Manfaat Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS)

Manfaat dari IFRS adalah perusahaan dan investor bisa mempercayai perusahaan yang menerapkan standar laporan keuangan dari IFRS karena lebih bisa diandalkan dan transparan.

Karena nantinya Bahasa akuntansi yang digunakan akan konsisten, baik praktek dan pernyataannya.

Laporan keuangan yang jelas dan transparan bisa membantu investor membuat analisis dan keputusan keuangan yang baik.

Jadi secara umum manfaat dari standar IFRS adalah:

  1. Bahasa akuntansi lebih konsisten,
  2. Laporan bersifat transparan
  3. Laporan dapat diandalkan
  4. Laporan lebih efisien untuk pasar keuangan
  5. Menumbuhkan kepercayaan perusahaan di mata investor
  6. stabilitas keuangan jangka panjang dalam ekonomi global

IFRS telah digunakan di setidaknya 120 negara, per Maret 2018, termasuk yang di Uni Eropa (UE) dan banyak di Asia dan Amerika Selatan, tetapi AS menggunakan Prinsip-prinsip Akuntansi yang Diterima Secara Umum (GAAP).

Standar IFRS

IFRS mensyaratkan standar wajib atau prinsip bagi pelaporan keuangan akuntansi supaya dapat menghasilkan laporan keuangan yang terbaik.

Berikut prinsip akuntansi dan standar laporan keuangan akuntansi menurut IFRS.

  1. Pernyataan Posisi Keuangan: Ini juga dikenal sebagai neraca saldo. IFRS memengaruhi cara komponen-komponen neraca dilaporkan.
  2. Pernyataan Penghasilan Komprehensif: perusahaan diwajibkan membuat sebuah pernyataan pendapatan yang dirangkum menjadi laporan laba rugi dan laporan penghasilan lain, termasuk properti dan peralatan.
  3. Pernyataan Perubahan Ekuitas: berisi informasi yang mencatat seluruh perubahan laba perusahaan pada periode keuangan tertentu dari awal sampai akhir.
  4. Laporan Arus Kas: Laporan ini merangkum transaksi keuangan perusahaan pada periode tertentu, memisahkan aliran kas ke dalam Operasi, Investasi, dan Pembiayaan.

Selain itu, setelah perusahaan membuat laporan keuangan akuntansi diatas, perusahaan diwajibkan untuk membuat kesimpulan dari hasil laporan keuangan akuntansinya.

Kesimpulan ini berisini informasi berapa pendapatan yang dipatkan perusahaan atau bahkan kerugiannya. Jika perusahaan memiliki anak perusahaan atau cabang perusahaan, masing-masing anak perusahaannya dibuatkan laporan keuangannya secara terpisah.

Perbedaan IFRS vs American Standards

Perbedaan dari sistem IFRS dan Prinsip-Prinsip Akuntansi yang Diterima Secara Umum (GAAP) adalah dilihat dari proses yang mempengaruhi rasio keuangan dihitung.

Berikut perbedaan IFRS dengan GAAP yang kami rangkum dari akuntansilengkap:

  1. IFRS kurang ada kejelasan tentang pengerian pendapatan, sehingga perusahaan bisa melaporkan  pendapatan lebih cepat. Dampaknya pendapatan dengan sistem IFRS akan lebih tinggi daripada GAAP.
  2. IFRS mempunyai pandangan berbeda dengan GAAP untuk persyaratan pengeluaran. Contohnya, perusahaan mengeluarkan dana untuk investasi dan pengembangan perusahaan untuk masa depan, IFRS tidak mewajibkan untuk dicatat sebagai pengeluaran yang dapat dikapitalisasi.
  3. Perbedaan selanjutnya adalah terhadap sistem inventaris persediaan barang. Metode yang digunakan adalah FIFO metode masuk pertama keluar pertama dan LIFO metode masuk terakhir keluar pertama. IFRS hanya membolehkan metode FIFO dan melarang Lifo, Sedangkan Standar Amerika membolehkannya, perusahaan bebas memilih metode inventarisnya sendiri.